Permohonan Pengurangan Sanksi Administrasi

By | 17/10/2018

sanksi pajak 2%Sobat pajak pernahkah melakukan pembetulan SPT ? pasti heran sudah dibetulkan tapi masih dikenai sanksi administrasi mengapa? jangan salah sangka sanksi bukan dikenakan karena kita melakukan pembetulan tapi karena ada keterlambatan pembayaran kurang pajak dari SPT yang kita betulkan. Setiap keterlambatan satu bulan dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% dari pajak kurang bayar.

Pasal 8 ayat (2) Undang-Undang KUP

Dalam hal Wajib Pajak membetulkan sendiri Surat Pemberitahuan Tahunan yang mengakibatkan utang pajak menjadi lebih besar, kepadanya dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan atas jumlah pajak yang kurang dibayar, dihitung sejak saat penyampaian Surat Pemberitahuan berakhir sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.

Bunga yang terutang atas kekurangan pembayaran pajak tersebut, dihitung mulai dari berakhirnya batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.

Jika pembetulan dilakukan dalam waktu 4 tahun setelah pajak terutang maka ada 48 bulan ( 4 x 12 bulan ). Jika dikalikan dengan bunga 2% maka sanksi administrasi yang harus dibayar sebesar 96%.

Saya akan memberikan contoh perhitungan sanksi sesuai Pasal 8 ayat (2) Undang-Undang KUP
Batas waktu penyampaian SPT untuk Wajib Pajak badan adalah 4 bulan setelah berakhirnya periode pembukuan ( tanggal 30 April Tahun berikutnya ). Jika pembukuan sesuai kalender, Januari sampai dengan Desember maka batas waktu penyampaian adalah bulan April. Sanksi akan dihitung mulai bulan Mei. Apabila kita melakukan pembetulan SPT di bulan juni, maka kita akan dikenai sanksi bunga sebesar 4% ( 2% X 2 bulan dari berakhirnya batas waktu penyampaian SPT )

Jika sanksi bunga terlalu memberatkan, Wajib Pajak boleh meminta pengurangan ke Kanwil DJP. Di dalam Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2011 memberikan penjelasan untuk pengurangan sanksi hanya sampai 24 bulan saja.

Pasal 36 ayat (2) Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2011

Dalam hal permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan terhadap sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan sebagaimana diatur dalam Pasal 8 ayat (2) dan ayat (2a) Undang-Undang, yang dikenakan melebihi jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan, atas permohonan tersebut dapat diberikan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi sehingga besarnya sanksi administrasi sebesar 2% (dua persen) per bulan dikenakan untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan.

Artinya, jika sebelumnya harus bayar 96% maka setelah permohonan pengurangan sanksi administrasi menjadi hanya 48% saja. Ada diskon setengahnya. Ini jika permohonan tersebut dikebulkan.

Untuk mengajukan permohonan pengurangan sanksi administrasi dapat dilakukan ke KPP terdaftar selanjutnya KPP yang akan meneruskan ke Kanwil DJP atasannya.

Contoh formulir permohonan pengurangan sanksi administrasi

PMK 8/PMK.03/2013

KOP SURAT

Nomor   : ……………………..…….                                 ……………………,…………………………….
Lapiran  : ……………………………

Hal         : Permohonan Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi

 

Yth. Direktur Jenderal Pajak
u.b. Kepala KPP Pratama Tulungagung
di Tulungagung

 

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama                    : ……………………………………………
NPWP                   : ……………………………………………
Jabatan                : ……………………………………………
Alamat                  : ……………………………………………
Nomor telepon  : …………………………………………..

Bertindak selaku:    Wajib pajak
Wakil                  Kuasa

dari Wajib Pajak

Nama                     : …………………………………………….….
NPWP                    : ………………………………………………..
Alamat                   : ………………………………………………..

bersama ini mengajukan pengurangan/penghapusan sanksi administrasi yang tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)/Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT)/Surat  Tagihan Pajak (STP)*):

Nomor dan Tanggal          : ……………………………………………….
Jenis Pajak                          :………………………………………………..
Masa/Tahun*) Pajak         : ……………………………………………….

Alasan permohonan pengurangan/penghapusan sanksi administrasi:

………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………

Berdasarkan hal tersebut di atas, dengan ini dimohon pengurangan/penghapusan sanksi administrasi menjadi sebesar Rp …………………………………………..

Sehubungan dengan permohonan tersebut, kami informasikan bahwa kami telah membayar pajak yang terutang sebesar Rp…………….………………..  tanggal ………………………………… pada bank……………..………………………. dengan NTPN ………………………………………..…

 

Sebagai kelengkapan permohonan, terlampir disampaikan:

No Jenis Dokumen Set/Lembar
1 Fotocopy Surat Tagihan Pajak
2 Fotocopy Surat Tanda Terima Pelaporan …………………………….
3 ………………………….

 

Demikian surat permohonan kami sampaikan untuk dapat dipertimbangkan.

Wajib Pajak/Wakil/Kuasa**)

 

…………………….

Keterangan:

  1. Beri tanda X pada   yang sesuai;
  2. *) Diisi salah satu yang sesuai;
  3. **) Diisi salah satu yang sesuai dan dalam hal surat permohonan ditandatangani oleh kuasa harus dilampiri Surat Kuasa Khusus.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *