Jenis penghasilan yang menjadi Objek Pajak PPh Final maupun tidak Final

By | 12/10/2018

Jenis penghasilan yang menjadi Objek Pajak PPh Final maupun tidak FinalSobat pajak tanpa kita sadari segala jenis usaha yang kita lakukan baik yg penghasilan tetap atau tidak negara akan mengenakan pajak penghasilan atas hasil usaha kita baik yang besar maupun kecil. Jadi yang dikenakan sebagai objek pajak penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima oleh Wajib Pajak, dan bisa dipakai untuk kebutuhan konsumsi dan bahkan menambah kekayaan Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia atau luar Indonesia, dan termasuk diantaranya ,

Objek Pajak Penghasilan yang dikenai pajak ( PPh ) tidak Final

  • Penggantian atau disebut juga dengan imbalan atas pekerjaan atau jasa yang diterima oleh seseorang. Hal ini termasuk upah, komisi, gratifikasi, tunjangan, honorarium, bonus, imbalan, uang pensiun dan dalam bentuk lainnya.
  • Hadiah yang di dapatkan dari undian, kegiatan atau pekerjaan dan penghargaan.
  • Laba usaha.
  • Keuntungan yang berasal dari penjualan atau bisa juga karena pengalihan harta termasuk diantaranya :
  1. Keuntungan yang diperoleh dari pengalihan harta kepada persekutuan, perseroan dan badan lain sebagai bentuk penggantian saham atau penyertaan modal, lainnya.
  2. Keuntungan yang diperoleh dari likuidasi (penggabungan, pemecahan, peleburan, pengambilalihan usaha atau reorganisasi dengan nama yang berbeda atau bentuk lainnya).
  3. Keuntungan yang diperoleh dari hibah, sumbangan atau bantuan. Kecuali sumbangan yang di dapatkan dari keluarga yang sedarah (garis keturunan), badan sosial (yayasan), badan pendidikan, sepanjang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan, usaha atau kepemilikan dari pihak-pihak yang bersangkutan.
  4. Keuntungan yang diperoleh dari hak penambangan baik penjualan atau pengalihan sebagian atau keseluruhan, permodalan dalam perusahaan pertambangan atau tanda ikut serta dalam pembiayaan. Pada suatu kasus, misalnya terjadi pengalihan harta perusahaan kepada para karyawan (pegawainya) maka keuntungan yang berupa selisih antara harga pasar dengan sisa buku adalah penghasilan bagi perusahaan.
  • Diskonto, bunga termasuk premium dan imbalan dari jaminan pengembalian utang.
  • Dividen dengan bentuk atau nama apapun, misalnya deviden dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis dan pembagian sisa hasil usaha koperasi.
  • Sewa atau pendapatan lain yang berkaitan dengan penggunaan harta.
  • Keuntungan dari pembebasan hutang, terkecuali sampai dengan jumlah pada Peraturan Pemerintah. Pembebasan piutang oleh pihak kreditur (berpiutang) bisa dibebankan sebagai biaya dan sedangkan bagi pihak debitur (penghutang) adalah penghasilan.

Peraturan Pemerintah menetapkan untuk pembebasan utang dari debitur kecil tidak dikategorikan sebagai objek pajak misalnya Kredit Usaha Tani (KUT), Kredit Usaha Keluarga Prasejahtera (Kukesra), Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta kredit lainnya yang dinilai kecil.

  • Royalti (imbalan) atas penggunaan hak.
  • Penerimaan kembali pembayaran pajak yang dibebankan sebagai biaya dan pembayaran tambahan pengembalian pajak.
  • Keuntungan yang diperoleh dari penukaran mata uang asing atau selisih kurs. Keuntungan ini diakui berdasarkan sistem pembukuan yang dianut oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
  • Selisih yang ditimbulkan dari penilaian kembali aktiva.
  • Premi asuransi atau termasuk reasuransi.
  • Tambahan kekayaan netto yang muncul dari penghasilan yang belum kena pajak.
  • Keuntungan dari usaha berbasis syariah. Meskipun landasarn filosofi dari kegiatan usaha berbasis syariah berbeda dengan kegiatan usaha berbasis konvensional. Namun yang menjadi objek pajak adalah pengasilan yang diterima dari kegiatan usaha berbasis syariah.
  • Imbalan bunga.
  • Iuran yang diperoleh dari Wajib Pajak yang mendirikan perkumpulan dan menjalankan usaha atau pekerjaan bebas.
  • Surplus Bank Indonesia menurut laporan keuangan audit setelah dilakukan koreksi fiskal atau penyesuaian sesuai Undang – Undang Pajak Penghasilan dengan memperhatikan karakteristik Bank Indonesia.

Objek Pajak Penghasilan yang Dikenai Pajak ( PPh ) Final

  • Penghasilan yang berupa hadiah dari undian.
  • Penghasilan yang berupa bunga obligasi (surat utang negara), bunga deposito serta bunga simpanan/tabungan lainnya termasuk yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi.
  • Penghasilan dari transaksi pengalihan harta diantaranya seperti pengalihan usaha jasa konstruksi, tanah dan bangunan, usaha real estate dan persewaan tanah dan bangunan.
  • Penghasilan dari saham dan sekuritas lainnya, pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diterima oleh perusahaan modal ventura, transaksi derivatif yang diperdagangkan di bursa dan transaksi penjualan saham.
  • Penghasilan tertentu lainnya yang diatur oleh Peraturan Pemerintah termasuk penghasilan dengan peredaran bruto yang kurang / sampai dengan 4,8 Milyar pertahun

Demikian semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *