7 Indikasi Awal bahwa Wajib Pajak sebagai penerbit Faktur Pajak Tidak Sah

By | 02/10/2018

7 Indikasi Awal bahwa Wajib Pajak sebagai penerbit Faktur Pajak Tidak SahSurat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE – 17/PJ/2018 tentang Tata Cara Penanganan Wajib Pajak Terindikasi sebagai Penerbit Faktur Pajak Tidak Sah, Wajib Pajak Penerbit Faktur Pajak Tidak Sah, dan/atau Wajib Pajak Terindikasi sebagai Pengguna Faktur Pajak Tidak Sah, menjelaskan beberapa indikasi bahwa Wajib Pajak sebagai Penerbit Faktur Pajak tidak sah diantaranya :

1. Wajib Pajak belum dikukuhkan sebagai PKP namun menerbitkan Faktur Pajak
2. Wajib Pajak yang melakukan transaksi dengan Wajib Pajak Terindikasi Penerbit atau Wajib Pajak Penerbit
3. Wajib Pajak yang Faktur Pajak keluarannya belum atau tidak dilaporkan di dalam SPT Masa PPN namun sudah dikreditkan oleh lawan transaksi
4. Wajib Pajak tertentu seperti :

  • Akta pendirian badan hukumnya disahkan oleh dan dibuat di hadapan notaris yang sama dengan yang digunakan oleh Wajib Pajak Terindikasi Penerbit atau Wajib Pajak Penerbit atau notaris yang sama dengan yang digunakan oleh satu atau beberapa Wajib Pajak lain
  • Pendiriannya pada waktu yang bersamaan atau berdekatan dengan satu atau beberapa Wajib Pajak lain; atau
  • Memiliki alamat kedudukan atau kegiatan usaha yang sama dengan satu atau beberapa Wajib Pajak lain; dan/atau
  • Memiliki pengurus yang sama dengan pengurus Wajib Pajak Terindikasi Penerbit atau Wajib Pajak Penerbit atau pengurus yang sama dengan satu atau beberapa Wajib Pajak lain.

5. Wajib Pajak yang memiliki kegiatan usaha tidak wajar, dengan karakteristik antara lain:

  • Wajib Pajak Non-Efektif (NE) tiba-tiba kegiatan usahanya aktif dan melakukan penyerahan yang terutang PPN dalam jumlah besar
  • Wajib Pajak melakukan penyerahan terutang PPN yang tidak sebanding dengan jumlah modal atau jumlah harta perusahaan
  • Wajib Pajak melakukan penyerahan terutang PPN yang tidak sebanding dengan jumlah karyawan yang bekerja pada perusahaan
  • Wajib Pajak melakukan penyerahan terutang PPN yang sangat beragam sehingga tidak diketahui dengan pasti kegiatan usaha utama Wajib Pajak tersebut
  • Wajib Pajak memiliki persediaan besar namun tidak memiliki gudang atau tidak terdapat biaya sewa gudang
  • Wajib Pajak yang sebagian besar pembeliannya adalah impor namun kegiatan penyerahannya tidak sesuai atau tidak berhubungan dengan barang yang diimpor; dan/atau
  • Wajib Pajak yang melakukan penyerahan BKP namun tidak sesuai atau tidak berhubungan dengan barang yang dibeli;
  • Wajib Pajak yang memiliki rasio laba usaha bersih (net profit margin) sangat kecil.

6. Wajib Pajak yang memiliki administrasi pelaporan pajak dengan karakteristik antara lain:

a) Wajib Pajak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN dengan status Lebih Bayar dan dikompensasikan ke masa pajak berikutnya secara terus-menerus, namun:

  • Wajib Pajak bukan Wajib Pajak yang baru berdiri
  • Wajib Pajak tidak sedang berinvestasi pada barang modal
  • Tidak terdapat peningkatan persediaan yang signifikan; dan/atau
  • Wajib Pajak tidak melakukan, atau melakukan dengan jumlah persentase yang kecil, atas :
    (a) Penyerahan yang terutang PPN namun tidak dipungut;
    (b) Penyerahan ekspor; dan/atau
    (c) Penyerahan kepada Pemungut PPN;

b) Wajib Pajak memiliki penyerahan terutang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam jumlah besar namun secara konsisten PPN Kurang Bayar yang dibayar atau disetor kecil;
c) Wajib Pajak melakukan pembetulan SPT Masa PPN yang mengakibatkan jumlah Pajak Keluaran menjadi lebih besar namun diimbangi juga dengan penambahan Pajak Masukan yang besar sehingga tidak mengubah PPN Kurang Bayar yang telah dilaporkan atau menambah PPN Kurang Bayar tetapi nilainya kecil; dan/atau
d) Wajib Pajak rutin menyampaikan SPT Masa PPN namun tidak atau kurang patuh dalam menyampaikan SPT Masa Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21, Pasal 23 dan/atau Pasal 26, Pasal 25, Pasal 4 ayat (2), dan/atau SPT Tahunan PPh.

7. Terdapat IDLP yang mengindikasikan Wajib Pajak telah atau sedang atau akan menerbitkan Faktur Pajak Tidak Sah

Demikian semoga bermanfaat

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 26 other subscribers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *