Perhitungan PPh 21 PTKP 2017

By | 21/07/2017

Berikut ini adalah tarif PPh 21 terbaru bagi wajib pajak yang memiliki NPWP dan wajib pajak yang tidak memiliki NPWP.

Tarif PPh 21 dijelaskan pada Pasal 17 ayat (1) huruf a Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015. Tarif PPh 21 berikut ini berlaku pada Wajib Pajak (WP) yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP):

Advertisements

  • WP dengan penghasilan tahunan sampai dengan Rp 50 juta adalah 5%
  • WP dengan penghasilan tahunan di atas Rp 50 juta – Rp 250 juta adalah 15%
  • WP dengan penghasilan tahunan di atas Rp 250 juta – Rp 500 juta adalah 25%
  • WP dengan penghasilan tahunan di atas Rp 500 juta adalah 30%

Dalam hal Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP, dikenai tarif pph 21 sebesar 20% lebih tinggi dari mereka yang memiliki NPWP. Jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) adalah sebesar 120% dari jumlah PPh Pasal 21 yang seharusnya dipotong dalam hal yang bersangkutan memiliki NPWP.
Pemotongan PPh Pasal 21 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya berlaku untuk pemotongan PPh Pasal 21 yang bersifat tidak final.

Dalam hal pegawai tetap atau penerima pensiun berkala sebagai penerima penghasilan yang telah dipotong PPh Pasal 21 dengan tarif yang lebih tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mendaftarkan diri untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dalam tahun kalender yang bersangkutan paling lama sebelum pemotongan PPh Pasal 21 untuk Masa Pajak Desember, PPh Pasal 21 yang telah dipotong atas selisih pengenaan tarif sebesar 20% (dua puluh persen) lebih tinggi tersebut diperhitungkan dengan PPh Pasal 21 yang terutang untuk bulan-bulan selanjutnya setelah memiliki NPWP.

Berikut disampaikan contoh sebagai mana tercantum dalam peraturan tersebut.

Rasiman pegawai pada perusahaan PT Javaprima , menikah tanpa anak, memperoleh gaji sebulan Rp 8.000.000,00.

PT Javaprima mengikuti program Jamsostek, premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian dibayar oleh pemberi kerja dengan jumlah masing-masing 0,50% dan 0,30% dari gaji.

PT Javaprima menanggung iuran Jaminan Hari Tua setiap bulan sebesar 3,70% dari gaji sedangkan Rasiman membayar iuran Jaminan Hari Tua sebesar 2,00% dari gaji setiap bulan. Disamping itu PT Javaprima juga mengikuti program pensiun untuk pegawainya.

PT Javaprima membayar iuran pensiun untuk Rasiman ke dana pensiun, yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan, setiap bulan sebesar Rp 100.000,00, sedangkan Rasiman membayar iuran pensiun sebesar Rp 50.000,00. Pada bulan Juli 2017 Rasiman hanya menerima pembayaran berupa gaji.

Penghitungan PPh Pasal 21 bulan Juli 2017 adalah sebagai berikut:

Gaji 8.000.000,00
Premi Jaminan Kecelakaan Kerja 40.000,00
Premi Jaminan Kematian 24.000,00
Penghasilan bruto 8.064.000,00
Pengurangan
1. Biaya jabatan 403.200,00
( 5%x8.064.000,00 )
2. Iuran Pensiun 50.000,00
3. Iuran Jaminan Hari Tua 160.000,00
Jumlah Pengurang 613.200,00
Penghasilan neto sebulan 7.450.800,00
Penghasilan neto setahun 89.409.600,00
( 12 X 7.450.800,00 )
PTKP 2017
– untuk WP sendiri 54.000.000,00
– tambahan WP kawin 4.500.000,00
Penghasilan tidak kena pajak (PTKP) setahun 58.500.000,00
Penghasilan Kena Pajak setahun 30.909.600,00
Pembulatan 30.909.000,00
PPh Terhutang 1.545.450,00
( tarif 5% X 30.909.000,00 )
PPh Pasal 21 bulan Juli
( 1.545.450,00 / 12 ) 128.787,00

Keterangan :

Biaya Jabatan adalah biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan yang dapat dikurangkan dari penghasilan setiap orang yang bekerja sebagai pegawai tetap tanpa memandang mempunyai jabatan ataupun tidak, biaya jabatan tidak melebihi 60 juta.

Contoh di atas berlaku apabila pegawai yang bersangkutan sudah memiliki NPWP. Dalam hal pegawai yang bersangkutan belum memiliki NPWP, maka jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Juli adalah sebesar: 120% x Rp 128.787,00 = Rp 154.545,00

Untuk lebih jelasnya anda bisa langsung praktek menghitung sendiri di sini

Semoga bermanfaat

One thought on “Perhitungan PPh 21 PTKP 2017

  1. Pingback: Pajak Penghasilan bagi Pengusaha Jasa Katering | Sobat Pajak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *