Bingung Jasa Katering Apakah Objek Pajak Penghasilan Pasal 21 atau Pasal 23

By | 07/08/2017

Pertanyaan yang cukup sederhana memang, namun seringkali dihadapkan dengan persepsi yang berbeda dari fiskus. Jasa katering adalah objek PPh pasal apa dan berapa tarifnya?. Secara awam jasa katering masuk dalam jasa lain PPh Pasal 23, apakah otomatis semua pengusaha jasa tersebut yang mendapatkan penghasilan dikenakan PPh Pasal 23? berikut penjelasanya;

Dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.03/2015 Pasal 1 ayat 6(aj) disebutkan bahwa jasa katering atau tata boga termasuk dari jenis jasa lain yang masuk dalam objek PPh Pasal 23. Tarif yang dikenakan adalah 2 % dari jumlah bruto bila wajib pajak yang dipotong memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan lebih tinggi 100% bila wajib pajak tersebut tidak memiliki NPWP.

Advertisements

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 18/PMK.010/2015 tentang Kriteria Jasa Boga atau Katering yang Termasuk Dalam Jenis Jasa yang Tidak Dikenai Pajak Pertambahan Nilai, Jasa boga atau katering sendiri mempunyai beberapa kriteria, antara lain :

1. Sebagai jasa penyediaan makanan dan minuman yang dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan, dan penyajian, untuk disajikan di lokasi yang diinginkan oleh customer

2. Penyajian makanan dan/atau minuman di lokasi yang diinginkan oleh pemesan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan dengan atau tanpa peralatan dan petugasnya;

3. Tidak termasuk dalam pengertian jasa boga atau katering yaitu penjualan makanan dan/atau minuman yang dilakukan melalui tempat penjualan berupa toko, kios, dan sejenisnya untuk menjual makanan dan/atau minuman, baik penjualan secara langsung maupun penjualan secara tidak langsung/pesanan.

Walaupun penghasilan dari jasa katering atau tata boga termasuk dalam jenis jasa lain yang dikenakan PPh Pasal 23, namun tidak otomatis semua pengusaha jasa katering atau tata boga dikenakan PPh Pasal 23. Dalam Pasal 23 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008 disebutkan atas penghasilan yang berasal dari imbalan sehubungan dengan jasa lain selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21.

Sedangkan dalam Undang-Undang tersebut disebutkan bahwa yang dikenakan PPh Pasal 21 adalah penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diterima atau diperoleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri.

Kalau orang pribadi berarti dia dikenakan PPh Pasal 21 (dengan tarif PPh Pasal 17 Undang-Undang PPh dikalikan 50% dikalikan penghasilan brutonya). Jadi dikenakan (untuk penghasilan 0-50 juta tarifnya 5% dikalikan 50% yakni) 2,5% Selain itu dikenakan PPh Pasal 23. Berapa pajak yang harus anda bayar dalam setahun pelajari penghitungannya di sini

Dasar aturan yang digunakan adalah pasal 3(c) ayat 6 Peraturan Dirjen Pajak Nomor Per-16/PJ/2016 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau pajak Pajak Penghasilan Pasal 26 sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi yang menyebutkan bahwa Penerima Penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 adalah orang pribadi yang salah satunya adalah Bukan Pegawai yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan pemberian jasa yang meliputi (salah satunya) pemberi jasa dalam segala bidang.

Kita harus kembali lagi ke definisi jasa katering atau jasa boga sesuai Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 18/PMK.010/2015. Perlu diperhatikan bahwa tidak termasuk dalam pengertian jasa boga atau katering yaitu penjualan makanan dan/atau minuman yang dilakukan melalui tempat penjualan berupa toko, kios, dan sejenisnya untuk menjual makanan dan/atau minuman, baik penjualan secara langsung maupun penjualan secara tidak langsung/pesanan. Untuk penjualan tersebut yang tidak termasuk dalam pengertian jasa boga atau katering, penulis berpendapat dikenakan PPh Pasal 22 bila penerima penghasilan bertransaksi dengan pemungut PPh Pasal 22.

Demikian semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *