Apa itu Pajak Penghasilan Pasal 23

By | 25/09/2017

Dalam situs Dirjen Pajak disebutkan bahwa Pajak Penghasilan Pasal 23 (PPh Pasal 23) adalah pajak yang dikenakan pada penghasilan atas modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong PPh Pasal 21.

Pajak penghasilan pasal 23 terjadi saat adanya transaksi antara dua pihak. Pihak yang menerima penghasilan atau penjual atau pemberi jasa akan dikenakan PPh pasal 23. Pihak pemberi penghasilan atau pembeli atau penerima jasa akan memotong dan melaporkan PPh pasal 23 tersebut kepada kantor pajak.

Advertisements

Pembayaran PPh Pasal 23
Pembayaran dilakukan oleh pihak pemotong. Jatuh tempo pembayaran adalah tanggal 10 bulan kerikutnya atau sebulan setelah bulan terutang pajak penghasilan 23.

Bukti Potong PPh Pasal 23
Sebagai tanda bukti bahwa PPh Pasal 23 telah dipotong, pihak pemotong wajib memberikan bukti potong yang sudah dilengkapi kepada pihak yang dipotong / dikenai pajak tersebut.

Pelaporan PPh Pasal 23
Pelaporan dilakukan oleh pihak pemotong dengan cara mengisi SPT Masa PPh Pasal 23, Jatuh tempo pelaporan adalah tanggal 20 bulan berikutnya / sebulan setelah bulan terutang pajak penghasilan 23.

Tarif Pajak Penghasilan PPh 23
Tarif PPh 23 dikenakan atas nilai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) atau jumlah bruto dari penghasilan. Ada dua jenis tarif yang dikenakan pada penghasilan yaitu 15% dan 2%, tergantung dari objek PPh 23 tersebut.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan terbaru yaitu PMK No. 141/PMK.03/2015 di peratuan tersebut telah menambahkan Objek PPh Pasal 23 hingga menjadi 62 jenis jasa lainnya.

demikian semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *